Kasdam Ikuti Rakor Tentang Penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali

72

Lokadewatanews.com – Denpasar – Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc., didampingi Asops Kasdam IX/Udayana dan Karumkit TK II Udayana, mengikuti kegiatan Rakor Penanganan Covid-19, melalui video conference (vidcon) yang dipimpin langsung oleh Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan, bertempat di Ruang Yuda Puskodalops Kodam IX/Udayana, pada Selasa (29/6/2021).

Rakor bersama Mendagri, Para Gubernur Jawa dan Bali, Panglima TNI, Kapolri serta diikuti juga secara terpisah oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bertempat di Makodim 1601/Lotim tersebut membahas tentang penerapan PPKM Darurat pada Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali terkait dengan usulan 2 Tahap Intervensi Pemerintah untuk menurunkan kenaikan Kasus Covid-19 di Jawa dan Bali dengan Nilai assesmen 3 dan 4.

Dalam kesempatan tersebut Menkomarves RI menyampaikan penekanan, rencana pemerintah melaksanakan PPKM Darurat pada 3 sampai 20 Juli 2021 dengan cara melakukan PPKM Darurat kepada Kabupaten/ Kota dengan level assesmen 4 dan 3 dengan target secara nasional apabila ada penambahan kasus diatas 10.000/harinya.

“Pengetatan aktivitas masyarakat untuk level 4 dan 3 meliputi WFH 100%, serta pembatasan kapasitas dan jam operasional untuk restoran dan mall” ujar Menko Marves RI.

Evaluasi atas penerapan PPKM Mikro dengan menekankan pendekatan top down, serta mekanisme pelaporan, supervise dan monitoring yang sistematis dengan pelibatan TNI-Polri bersama Aparatur Desa. Pencapaian target vaksinasi pada daerah-daerah pusat mobilitas dan ekonomi serta melepaskan tekanan pada pelayanan kesehatan akibat lonjakan kasus saat ini, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik paska 20 Juli 2021 nanti.

Selanjutnya, Menkomarves RI menyampaikan, pada periode 21 Juli sampai dengan waktu yang belum ditentukan oleh pemerintah, maka penerapan PPKM Makro pada level Kelurahan yang mengalami lonjakan tinggi dilakukan relaksasi secara terbatas khususnya pada aktifitas masyarakat termasuk target vaksinasi harian bisa mencapai 1,5 juta orang/hari.

Dalam kesempatan tersebut juga Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa TNI sudah menyiapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali dengan melakukan penebalan di 53 Kabupaten/Kota berjumlah 8.883 orang dan sebelumnya kami juga sudah menggelar pada saat pelaksanaan PPKM Mikro sebanyak 39.000 orang khusus di Jawa dan Bali dengan menggunakan tenaga Babinsa, Satpur dan Satbanpur.

Untuk program percepatan vaksinasi sesuai dengan arahan Bapak Menko Marves RI yaitu dari 1 juta menjadi 1,5 juta. Awalnya Pak Menkes memberikan vaksin yang sudah dihitung oleh TNI-Polri bahwa setiap hari TNI sebanyak 200 ribu dan Polri 200 ribu sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh TNI dan Polri.

Sehingga sehari, kalau dihitung TNI dan Polri itu adalah 400 ribu dan apabila harus dinaikkan menjadi 1,5 juta. Kami siap, tergantung kesiapan Menkes untuk memberikan alokasi kepada TNI maupun Polri, karena TNI juga sudah menyiapkan 800 tempat di seluruh wilayah Indonesia. “Untuk perkuatan, juga kami terus menambah terutama adalah Tenaga Kesehatan. Sehingga bisa tercapai target 1,5 juta”, tutup Panglima TNI. (Pendam IX/Udy)