Pasca Bom di Makasar Polres Badung Tambah Pengamanan Mako dan Tempat Ibadah

45

Lokadewatanews.com – Bali – Polda Bali, Polres Badung, Kepolisian Resor Badung kini melakukan penambahan personil untuk melakukan penjagaan pengamanan di Mako Polres Badung dan tempat-tempat ibadah. Hal itu dilakukan pasca adanya bom di Makasar.

Bahkan sesuai rencana, nanti saat hari raya Paskah yang jatuh pada Minggu 4 April 2021, pengamanan gereja akan dilakukan oleh 4 sampai 5 personil. Sebelum, upacara sembahyang gereja akan disterilkan dengan melakukan pemeriksaan ketat, dari pihak gereja Polri dan TNI

Kabag Ops Kompol I Putu Ngurah Riasa, SIP saat dikonfirmasi mengakui untuk pengamanan pada Paskah nanti pihaknya menurunkan sebanyak 351 personil untuk penjagaan 34 Gereja. Semua personil tersebut juga akan bertugas di Mako Polres Badung.

“Peningkatan personil akan dilakukan. Kami sudah menyiapkan 351 personil sesuai sprint untuk menindaklanjuti pengetatan penjagaan Mako Polres maupun dimasing-masing Polsek dan Gereja yang ada,” katanya saat dikonfirmasi Selasa, (30/3) siang.

Pihaknya mengatakan, dimasing-masing tempat ibadah nantinya akan ditugaskan 4 sampai 5 personil untuk penjagaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nanti setiap gereja akan kita lakukan penjagaan. Sebelum sembahyang kami akan sterilisasi dulu dengan melakukan pemeriksaan ketat,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan jika tidak ada kejadian, personil yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan (PAM) untuk tempat ibadah berjumlah 140 personil. Sehingga kini ada peningkatan 65 personil.

“Jadi untuk mengantisipasi adanya bom dan gangguan kamtibmas yang lainnya. Sehingga kita melakukan penambahan personil untuk pengamanan,” bebernya.

Disinggung selain pengamanan paskah dirinya mengaku akan tetap melakukan patroli biru. Bahkan di masing-masing Polsek juga diwajibkan untuk melakukannya.

“Setiap polsek punya satu Regu patroli, itu harus terus memantau wilayah, begitu juga di Polres. Nanti selain itu juga ada PAM di Mako, sehingga jika dibutuhkan langsung meluncur,” ungkapnya.

Pengamanan juga dilakukan nanti saat hari raya Galungan dan Kuningan yang akan datang. Hanya saja personil yang dikerahkan cukup berbeda, pasalnya dalam pengamanan saat Galungan juga dilakukan oleh Pecalang setempat.

“Untuk perayaan Galungan nanti tetap kita lakukan pengamanan, termasuk semua Babinkamtibmas juga. Hanya saja personilnya mungkin tidak sebanyak sekarang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Maret 2021 pagi.(TIM).