Dandim Bangli Pantau Perayaan Banyu Pinaruh, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

81

Lokadewatanews.com – Bangli-Bali Perayaan Banyu Pinaruh disambut dengan antusias oleh Umat Hindu di Bali, tak terkecuali oleh Umat Hindu di Bangli, memanfaatkan perayaan tersebut sebagai simbol untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani.

Berdasarkan keyakinan Hindu Banyu Pinaruh sendiri berasal dari kata Banyu berarti air dan Pinaruh artinya pangeweruh atau pengetahuan. Secara filosofi bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.

Perayaan ini dilaksanakan sehari setelah Hari Saraswati yang merupakan perayaan turunnya ilmu pengetahuan, tepatnya pada Hari Minggu, Pahing Wuku Sinta. (31/01/2021)

Dalam kegiatan Banyu Pinaruh ini bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kegelapan dan pikiran negatif sehingga dengan pelaksaanaa Banyu Pinaruh ini dapat mengurangi hal-hal negatif.

Harapannya kegelapan pikiran yang berada pada tubuh kita bisa hilang dan bisa mendapatkan jalan terbaik mengarungi kehidupan duniawi.

Serangkaian pelaksanaan perayaan Hari Banyu Pinaruh Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana S.I.P., memerintahkan anggota di jajaran yang wilayahnya terdapat obyek spiritual untuk pelaksanaan Banyu Pinaruh unuk bersinergi dengan aparat terkait melaksanakan pemantauan dan pengamanan serta menerapkan protokol kesehatan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) kepada masyarakat yang akan melaksanakan melukat/pembersihan Banyu Pinaruh guna untuk memutus penyebaran COVID-19.

Dari pantauan di salah satu tempat yang ramai dikunjungi yaitu PuraTaman Pecampuan Sala yang berlokasi di Banjar Sala, Desa Abuan, Susut Bangli. Pada perayaan Banyu Pinaruh saat ini masyarakat mulai pagi sudah pada berdatangan melukat (melakukan pembersihan diri) ke Taman Pecampuan, Desa Adat Sala, Desa Abuan, Susut Bangli.

Sebagaimana diketahui pancoran ini diyakini warga sebagai tempat melukat, menyucikan diri secara jasmani dan rohani, menghilangkan pengaruh-pengaruh buruk, sehingga bisa melebur leteh (kotoran).

Begitu banyak warga masyarakat yang berdatangan sejak pukul 05.00 Wita. Tingginya angka kunjungan ini memang tidak terlepas dari keistimewaan yang ada di Pura Campuan yaitu pengunjung bisa melakukan semua jenis penglukatan,

Sementara itu Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana S.I.P., mengatensi terhadap kegiatan hari raya Umat Hindu. Sepengetahuannya perayaan Banyu Pinaruh bagi Umat Hindu merupakan kegiatan ritual yang bertujuan untuk membersihkan diri.

“Dengan pelaksanaan Banyu Pinaruh ini diharapakan Umat Hindu termasuk warga Kodim 1626/Bangli dapat membersihkan segala pikiran yang bersifat negatif dan memunculkan pikiran atau energi positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari”, pungkasnya.(TIM).