Gamelan Gender Syarat Upacara Ngeraje Suwala di Kediaman Kingsan

117

Lokadewatanews.com – Bali – Persaudaraan Hindu Muslim Bali.(PHMB) AA Ngurah Agung Grenceng Pemecutan mengatakan masa remaja artinya masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Giat ini di adakan di kediaman Kingsan, Jalan Tengku Umar Denpasar Bali. Jumat.(27/11).

“Sehingga anak-anak menuju dewasa dalam mempelajari perkembangan remaja, remaja dapat perubahan, “pungkasnya.

“Selain itu, sejak dini anak seharusnya punya keseimbangan antara tanggung jawab yang terstruktur, serta bermain dan bersenang-senang,” jelas.AA Ngurah Agung.

Sedangkan pubertas artinya masa transisi dari masa anak ke masa dewasa, yang ditandai dengan munculnya tanda–tanda seksual sekunder.

Sehingga kemampuan bereproduksi dengan ditandai dengan perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun perubahan psikologis.

“Hal ini, puber berasal dari kata latin Pubescere berarti mendapat pubes atau rambut kemaluan yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual. “Pungkasnya

Sementara Ngurah Supartama, sebagai penyayi di kesenian gender mengatakan, Om swastiyastu, aktivitas saya sendiri, dalam hal ini di Bali khususnya, sering di lakukan kesenian wali karena terkait dengan prosesi upacara itu sendiri.

“Hal ini karena ada upacara ngeraja suwala atau akel baliq nah ini ada kesenian tabuh yang mana gamelan ini adalah sebuah tabuh sudamala artinya sebuah tabuh adalah tabuh mengeruwat adalah memberikan kekuatan yang di upacarai, “ujar.Ngurah Ngurah Supartama.

“Menurut Ngurah Supartama, Jadi gamelan gender ini dengan nada, sangat memberikan nilai, kami dari jero gede lanang pemecutan.

“Sehingga ada juga hubungan family kalau berbicara masalah kesenian gender di Bali kita ambil sumua hampir semua namun kadang kala penggunaanya tidak sama, ” jelasnya.(TIM).