Komisi Tiga DPRD Denpasar Bali, Ida Bagus Ketut Kiana, SH, Peduli Covid-19.

169

Lokadewatanews.com – Sanur – Bali – Komisi Tiga DPRD Denpasar Bali, Ida Bagus Ketut Kiana, SH. Menyampaikan pada awak media, dampak covid-19 yaitu anggaran untuk DPR kota itu kesepakatan rapat terakhir. Jadi termasuk uang pakean dinas semua itu di sumbngkan. Uang yang harusnya hak kita untuk tugas luar, keluar negeri itu semua di sumbangkan, saya kira 9,1 m di arahkan ke sana, “ucapnya, Saat kita bertemu di diamannya, Jalan Bay Pas Ngurah Ray Sanur Denpasar, Bali. Selasa. 28 April.2020.
 
“Maka teman-teman DPRD Denpasar Bali, itu ya harus ikut merasakan bagaimana yang di rasa masyarakat, di DPRD Denpasar Bali, jadi wajiblah, sebagai wakilnya, masak wakilnya tidak merasakan. Yang gak wakilnya saja merasakan, Nah masyarakat seperti itu ya cimplong itu benar DPRD Denpasar Bali selalu di anggap salah. “Ungkap Ida Bagus Ketut Kiana.
 
“Mesti mampu sehingga sumbangan yang sudah kita lakukan sumbangan dari masyarakat partai pun, karena itu kewajiban kita di tokoh di anggap lebih mampu dari partai memang gitu. Kita di anggap lebih mampu dari pada teman-teman kita yang masih membutuhkan. “Jelasnya
 
“Seperti saya menyumbang desa adat, ya per orang yang datang juga kita bantu yang jelas di banjar saya sendiri, untuk senek selama covid-19, saya yang nanggung. Kalau begitu tetap saja orang menyoroti anggota dewan apa saja, kalau partai-partai besar kan tidak terlalu sulit ya, karena di pusat sudah banyak yang mengumpulkan duwit dari orang banyak.
“Ucap Ida Bagus.
 
“Kalau kita yang kecil-kecil kan masih gotong royong termasuk yang tidak jadi DPR untuk ikut membantu terus gotong royong, sehingga bisalah menyumbangkan masker, kan itu hampir 20.000 awalnya, untuk partai hanura kita ke rumah sakit jadi kita ikut berbuat dan prihatin. “pungkasnya.
 
Apalagi yang di phk, tapi kalau dia memang tadinya petani atau kerja-kerja yang lain rasanya masih bisalah, buktinya masih terjadi pertukaran ekonomi cuma wajib pakai masker. Yang terasa yaitu yang kerja-kerja di pariwisata memang terpukul, termasuk pemilik hotel, orang keluarga banyak yang punya hotel kan tau kita berapa sisa dia bilang sampai dua- tiga bulan beban berat dia.
 
“Jadi juga masyarakat yang memang senang keluyuran senang di jalan mabuk-mabukkan jangan memanfaatkan ini, memaki-maki pemerintah tidak boleh, keluar makan, sedangkan dia dalam situasi aman-aman juga tidak suka kerja memang kerjanya keluyuran.
 
Selain itu, yang gini jangan suka memanfaatkan situasi ini, dengan menghujat para pejabat pemerintah kayak presiden, kan banyak menghujat, untuk apa presiden berbuat untuk itu, kalau bukan untuk kepentingan orang banyak kan itu harus di sadari, harap apa yang dia dapatkan tidak dapat apa-apa. “Ucap Ida Bagus.
 
Menurut Ida Bagus.Ketut Kiana, Ya gak layak lah kalau menghujat bagi saya, walaupun saya dari hanura beliau dari pdi tapi kita belajar berfikir yang realitas, gak ada pejabat yang menginginkan rakyatnya sengsara dimana saja, saya lihat gak ada kan. Cuma kebijakan yang berbeda tapi niatnya kan pasti baik sama kayak kita dpr niat kita baik tapi kemampuan kita pasti terbatas.
 
“Kita punya keluarga punya konskuen kadang konskuennya gak ter urus dia, karena kita lihat dia masih mampulah, paling yang kita bantu yang memang membutuhkan bantuan.”Ujar Ida Bagus.
 !
Memang kita tau dari orang yang kalau tidak kerja di jalan tidak makan ya. Kadang kita bantu dengan cara memberikan pekerjaan, kayak saya ini, sekarang ngasih pekerjaan, dari pada dia minta cuma-cuma. Kasih pekerjaan suruh dia kerja kan banyak cara membantu asal jangan rame-rame tidak boleh. Jadi itulah yang kita lakukan.
 
“Saya rasa semua DPR kadang-kadang berfikir susah juga, yakin cobak dah susah. sama. Cuma kayak jagung cimplong sudah terlanjur di anggap orang kaya susah menghindar kita ini.”terang Ida Bagus.
 
Seperti hal nya prinsip yang dipakai perguruan silat Merpati Putih, yakni mencari dalam hening menjadi sebuah cara dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini.”Ucap. Ida Bagus.
 
Kesadaran masyarakat pun kali ini di uji supaya lebih tetap tenang dan damai, tanpa ada nya gejolak, yang tentunya bisa membuat situasi semakin kondusif dan baik.
 
“Ida Bagus Kiana, Berharap situasi pariwisata mampu pulih kembali kedepannya, hal ini pun perlu didukung kesabaran yang penuh dari berbagai bidang,”pungkasnya.
 
Lebih lanjut, Bali sebagai pusat destinasi dunia hingga saat ini bisa dibilang mampu menghadapi situasi yang kurang baik hingga saat ini, berbagai belahan dunia pun mengakui hal ini.
 
“Sehingga, Budaya, kultur dan juga adat mampu saling berkerjasama dalam menghadapi situasi pandemi, baik secara niskala maupun secara kebiasaan hidup sehari-hari yang lebih sehat dan alami. “Jelas Ida Bagus Ketut Kiana..(TIM).