Wapres Jusuf Kalla Menghadiri Acara Puncak Hakteknas Ke-24 di Bali

161

.

LOKADEWATANEWS.COM – DENPASAR – BALI – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di lapangan Renon, Denpasar, Bali, Rabu, 28 Agustus 2019.
 
Acara puncak Hakteknas tahun ini diikuti oleh 2.000 undangan dari semua pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia dan mahasiswa. Dalam sambutannya Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap inovasi di bidang teknologi.
 
“Tujuan kebangsaan kita sama, ingin maju. Kita menyadari betul, semua teknologi berasal dari pendidikan, jadi pendidikan kita harus lebih maju dari tahun ke tahun,” kata Jusuf Kalla, Rabu, 28 Agustus 2019.
 
Hakteknas yang dipusatkan di Lapangan Renon, Denpasar itu, juga diisi dengan Pameran Produk Inovasi Unggulan dan Ritech Expo 2019.
 
Jusuf Kalla mengatakan, kunci kemajuan di era saat ini yakni, meniru, memperbaiki dan Inovasi.
 
“Teknologi merupakan sesuatu yang berkembang. Jadi tidak bisa dimulai dari nol, terlalu lama,” jelasnya.
 
Global Innovation Index (GII) tahun 2018, kata Wapres, menempatkan Indonesia di posisi 85 dari 129 negara yang dinilai banyak melakukan inovasi teknologi. Indonesia masih tertinggal dari Singapura dan hanya mengalahkan negara Kamboja.
 
“Artinya kita masih perlu kerja keras, kita hanya mengalahkan Kamboja, negara kecil,” kata Jusuf Kalla.
 
Selain dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Hakteknas Ke-24 juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Walikota dan Bupati yang menerima penghargaan Anugerah Iptek dan Inovasi. 
 
Mohamad Nasir mengatakan, penguasaan sains dan teknologi merupakan salah satu kunci untuk merintis kehidupan yang lebih terbuka dan modern. PIMNAS, dapat menjadi salah satu kegiatan strategis dan inovatif untuk mendukung pencapaian SDM yang unggul.”ujarnya.
 
“Menurut Nasir, Melalui PIMNAS ini dapat hadir karya-karya inovasi mahasiswa yang lebih kreatif, baik dalam bidang teknologi, sains, sosial, humaniora maupun dalam bidang-bidang lain sehingga mampu memberikan manfaat besar kepada masyarakat,” jelasnya.
 
Dikatakan Nasir, tugas kedepan bukan saja mengembangkan kreativitas mahasiswa. Tapi juga memberikan ruang inovasi baru dengan dimensi pengembangan yang lebih luas.
 
Ia mencontohkan, misalnya melalui peningkatan anggaran riset terutama di perguruan tinggi untuk mendorong munculnya temuan-temuan baru yang lebih bermanfaat.
 
“Hasil-hasil riset yang dilakukan harus mampu digunakan sebagai masukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan setiap kebijakan. “ungkap.Nasir.
 
“Sehingga ada sinegritas berbagai kalangan dalam menggerakkan pembangunan,” jelasnya.(TIM).