WIKA PERPANJANG REKAM JEJAK, PENGEMBANGAN EKSPANSI BISNIS di AFRIKA SENILAI US$365 JUTA.

142

LOKADEWATANEWS.COM – BALI – Bertempat di Ballroom Bali Nusa Dua Convention Center, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi membuka penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID), Selasa (20/8)
 
Hadir pada konferensi tingkat tinggi yang membahas kerja sama pembangunan infrastruktur di belahan dunia selatan tersebut, antara lain, para pejabat senior dari 53 negara Afrika, BUMN, dan para stakeholder jasa infrastruktur.
 
Menteri Retno, mengatakan bahwa pada IAID 2019 ini, selain diisi oleh serangkaian pertemuan bilateral juga akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepakatan -kesepakatan bisnis dan bilateral kedua negara.
 
“Kerja sama yang akan direalisasikan antara lain ditujukan untuk proyek infrastruktur dan pembahasan kerja sama perdagangan” tukas Menteri Retno.
 
Berselang beberapa saat, rangkaian IAID pada hari pertama dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas diplomasi industri dan ekonomi.
 
Duduk dalam satu meja dialog sebagai narasumber kunci, yaitu: Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro, Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh, Perdana Menteri II Uganda Kirunda Muwabe, Pejabat Senior Kenya Raila Odinga, dan Menteri Perencanaan Senegal Cheikh Kante.
 
Dalam paparan singkatnya, Direktur Utama Perseroan, Tumiyana menyambut baik penyelenggaraan IAID 2019. WIKA terang Direktur Utama meyakini bahwa potensi pengembangan infrastruktur tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, akan tetapi juga datang dari proyek-proyek konstruksi luar negeri, dalam hal ini Afrika.
 
“Bagi kami pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya WIKA di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur,” ujar Tumiyana.
 
Untuk pembiayaan, WIKA dalam hal ini bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.
 
Tantangannya kemudian adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik.
 
“Bilamana itu dapat dilakukan, maka akan semakin meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika” pungkas Tumiyana.
 
Framework Agreement Pada pelaksanaan IAID 2019 ini, WIKA terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur pada negara-negara berkembang di Afrika sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.

Bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Perseroan mencatatkan kesepakatan bisnis sebesar US$356 juta. Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Fasilitas Buyer’s Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar US$40 juta.
 
Kemudian untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar US$250 juta dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar US$66 juta
 
Tentang IAID (Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue) merupakan ajang untuk membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia khususnya di sektor infrastruktur, konstruksi, serta industri strategis nasional.
 
Dalam pertemuan ini, diharapkan dapat mencapai kerja sama bilateral maupun kerja sama strategis yang disepakati antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta dengan pemerintah dan investor Afrika.(*).